
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Dua orang korban penumpang
KM Nurul Salsa
dilaporkan kembali ditemukan dalam keadaan selamat oleh kru kapal nelayan saat terdampar di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Dengan demikian korban selamat penumpang KM Nurul Salsa saat ini total menjadi 59 orang.
“Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan KM Bari Baria 05 dan saat ini bersama KRI Marlin 877 sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Selayar,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan, Minggu (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim SAR Gabungan melaporkan dua korban dalam keadaan selamat tersebut masing-masing perempuan atas nama Nurmiati (46) dan laki-laki bernama Jasmal (24). Saat ini korban sudah dievakuasi oleh KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk diberikan penanganan.
Penemuan kedua korban tersebut merupakan hasil dari upaya pencarian secara intensif oleh seluruh unsur SAR gabungan. Oleh karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan seluruh unsur dan alut yang terlibat, agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, korban KM Nurul Salsa yang dinyatakan menjadi selamat menjadi 59 orang, meninggal dunia satu orang dan masih dalam pencarian 18 orang korban dari total penumpang sebanyak 78 orang.
Operasi SAR pencarian hari kelima dilakukan pada area seluas 1.305 nautical mile persegi (NM) dibagi ke dalam empat sektor pencarian dengan dukungan KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal nelayan yang ikut membantu pencarian.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menuturkan, informasi penemuan kedua korban siang tadi diketahui merupakan penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7) di Perairan Selayar, sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Selayar, Sulsel.
Informasi penemuan korban setelah personel Polres Kepulauan Selayar berkoordinasi dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu. Dari hasil koordinasi informasinya korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 asal Kabupaten Pangkep di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana.
Kedua korban diketahui merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ditemukan, keduanya berada di atas sebuah gabus dengan mengenakan jaket pelampung, selanjutnya dievakuasi ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Berdasarkan keterangan awal disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang bertahan di atas gabus tersebut usai kecelakaan kapal naas itu. Namun dalam perjalanannya, hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya diduga meninggal dunia.
“Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah dua malam bersama dan karena kondisi jenazah telah membusuk. Identitas ketiga korban belum dapat dipastikan, dan akan didalami lebih lanjut, setelah kondisi kedua korban memungkinkan dimintai keterangannya,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan KRI Marlin-877 Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring menyampaikan, setelah korban ditemukan kapal nelayan, selanjutnya dievakuasi ke atas KRI Marlin-877 untuk mendapatkan pertolongan pertama serta perawatan medis dasar dari tim kesehatan kapal.
Operasi SAR tetap dilanjutkan pada pukul 16.00 WITA bersama KRI Marlin-877 dengan melaksanakan operasi pencarian secara intensif untuk menemukan tiga orang rekan korban lainnya yang masih hilang.
“Korban kami bawa ke Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut lagi di sana,” kata Komandan KRI Marlin-877 Letkol Laut Rahmad Kurniawan menambahkan.
Sebelumnya, Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa penumpang 78 orang.
Kapal tenggelam setelah mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar.
(antara/gil)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: FOTO: Rupa-rupa Warna Dunia dalam Sebuah Bingkai
Baca lagi: Pemerintah Siapkan Perpres hingga Etika AI
Baca lagi: FOTO: Penampakan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di India



4 Responses
Akhirnya dapet pencerahan yang jelas mengenai topik ini setelah baca artikelnya. Makasih banyak min. Kebetulan saya dapet bacaan sejenis di https://caramellaapp.com/freshluxeantiagingserum/1WBRVpZIJ/fresh-luxe-anti-aging-serum sebagai referensi pelengkap.
Penjelasannya sangat detail dan terstruktur dengan rapi, mantap abis! Sukses selalu buat blognya min. Kebetulan saya juga nemu artikel pelengkap yang membahas hal serupa di https://www.ivoox.com/en/discover-the-benefits-of-active-keto-bhb-capsules-audios-mp3_rf_107979790_1.html
Data yang disajikan sangat akurat dan relevan sekali dengan apa yang lagi saya pelajari. Mantap abis! Tambahan data pelengkap lainnya dari sumber berbeda ada di https://portal.afya.com.br/saude/a-historia-do-doping-nos-esportes-olimpicos
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Sukses selalu buat blognya. Btw, ada ringkasan materi pendukung yang lumayan oke di https://www.crwflags.com/fotw/flags/sites.html