
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan tewas diterkam
harimau sumatra
di Kabupaten Pelalawan, Riau, pekan ini.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari (7/7) di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan.
Mengutip dari
Antara
, Supartono mengatakan berdasarkan hasil investigasi korban diserang sekitar pukul 04.30 WIB saat berada di luar kamar mandi camp pekerja. Korban sebelum serangan harimau sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kewaspadaan, menindaklanjuti laporan itu, BKKSDA Riau pun memasang kamera jebak di lokasi.
“Saat ini tim sedang melakukan pemasangan camera trap (kamera jebak) di sekitar lokasi kejadian,” kata Supartono di Pekanbaru, Jumat (10/7).
Dia menerangkan saat kejadian, korban tiba-tiba diseret harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan.
Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan.
Menurut hasil pengukuran tim di lapangan, lanjutnya, lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI, berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud. Juga sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), serta secara administratif berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.
Sementara itu, hasil identifikasi menemukan tanda keberadaan harimau sumatra di sekitar camp pekerja. Jejak yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 16 cm dan lebar 15 cm dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 cm.
Sebagai langkah antisipasi, tim BBKSDA Riau mengimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat harimau sumatra agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari.
“Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian harimau sumatra sebagai satwa yang dilindungi,” tutur Supartono.
(antara/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Kala Jonathan Anderson ‘Memahat’ Masa Depan Dior Couture
Baca lagi: Vicky Prasetyo Bantah Tudingan Telantarkan Istri
Baca lagi: Polisi Tangkap Pembuang Bayi Usia 4 Hari di Toilet Kereta Api Sancaka



5 Responses
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke https://kldp.org/comment/279595 ya, bahasan mereka juga oke punya.
Saya rasa artikel ini cocok direkomendasikan kepada teman-teman. Sebagai pelengkap, saya juga melihat [https://www.giveawayoftheday.com/forums/profile/241810](https://www.giveawayoftheday.com/forums/profile/241810).
Terima kasih atas ulasan yang ditulis dengan sangat rapi. Sebagai tambahan referensi, saya juga mengunjungi [https://api.hypothes.is/search?q=tag%3AArchive](https://api.hypothes.is/search?q=tag%3AArchive).
Saya membaca artikel ini saat istirahat makan siang dan ternyata sangat worth it. Setelahnya saya juga membuka [https://sketchfab.com/typhu88rip](https://sketchfab.com/typhu88rip).
Penulis secara radikal membedah disfungsi sistemik, memberikan peta jalan (roadmap) perubahan yang bersih dari bias konfirmasi. https://teknokrat.ac.id/category/universitas-teknokrat-indonesia/