
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Sebuah video yang menampilkan letusan besar
Gunung Anak Krakatau
(GAK) disertai semburan api di perairan Selat Sunda pada malam hari, ramai beredar di media sosial (medsos).
Di tengah status GAK yang kini berada di Level III (Siaga), petugas memastikan bahwa rekaman video tersebut bukan menggambarkan kondisi terkini gunung berapi tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi sekitar 10 detik itu, terlihat jelas semburan pijaran api GAK membumbung tinggi ke atas dari kawah disertai kepulan asap hitam pekat. Video yang diduga diambil dari atas kapal di perairan Selat Sunda tersebut sempat memicu beragam tanggapan dari warganet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi ramainya rekaman video viral di medsos itu, petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK), Andi Suwardi, menegaskan bahwa rekaman yang beredar bukanlah dokumentasi aktivitas erupsi terbaru dari GAK.
“Video yang beredar itu bukan kondisi GAK saat ini. Untuk aktivitas GAK yang terjadi sekarang, pastinya tidak seperti yang terlihat dalam rekaman video itu,” jelas Andi, Sabtu (4/7) malam.
Andi menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan, erupsi terakhir GAK terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, hingga Sabtu siang dan sore, belum teramati kembali adanya aktivitas erupsi.
Meski tidak ada letusan baru, status GAK masih berada pada level III (Siaga) dan masyarakat diminta untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah gunung berapi.
“Kami mengimbau agar masyarakat, nelayan, maupun wisatawan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan,” pungkasnya.
Merespons keresahan warga, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia juga mengimbau, masyarakat diminta untuk selalu mengacu pada informasi yang disampaikan dari instansi resmi seperti Badan Geolog, BMKG, BPBD, dan Pemerintah daerah setempat.
“Kami imbau jangan langsung mudah percaya dengan informasi yang beredar di medsos jika bukan dari instansi resmi. Jangan juga langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena hal itu bisa memicu keresahan masyarakat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Polda Lampung telah meningkatkan kesiapsiagaan setelah status aktivitas GAK dinaikkan menjadi Level III (Siaga) dengan mengaktifkan Satgas Maan Nusa, memperkuat Posko Bencana Alam, dan meningkatkan patroli di wilayah pesisir untuk mengantisipasi potensi dampak aktivitas vulkanik.
“Seiring meningkatnya status GAK, kami mengaktifkan Satgas Aman Nusa agar respons terhadap masyarakat dapat dilakukan lebih cepat jika memang terjadi kondisi yang segera memerlukan penanganan,”kata dia.
Selain itu juga, Posko Bencana Alam telah disiapkan sejak lama baik itu di Mapolda Lampung dan seluruh Jajaran (Polres/Polresta) juga memiliki Satgas Penanggulangan Bencana.
“Langkah itu dilakukan, agar personel dan sarana penanggulangan bencana siap digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat,”ungkapnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan itu tidak hanya difokuskan pada penyiapan personel, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Instansi terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu jika aktivitas GAK terus meningkat.
Selain personel darat, lanjutnya, Polda Lampung memperketat pengawasan di perairan Selat Sunda melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud).
“Patroli personel Polair rutin dilakukan berkoordinasi dengan Instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas GAK, sekaligus menyampaikan imbauan ke masyarakat disekitar pesisir,”pungkasnya.
Latar belakang Status GAK
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Saya Mineral (ESDM) menyampaikan informasi telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), pada Kamis (2/7) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Peningkatan status Level Siaga tersebut dilakukan, menyusul lonjakan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan meningkatnya gempa vulkanik dangkal, emisi gas sulfur dioksida,deformasi tubuh gunung, dan terjadinya rentetan erupsi.
Seiring dengan naiknya status Siaga itu, pihak otoritas terkait menegaskan agar masyarakat tidak mendekati gunung berapi GAK dalam radius 3 kilometerdari pusat kawah dan selalu memantau perkembangan lewat jalur resmi.
(zai/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli soal Amplop Bupati Kuansing
Baca lagi: Pakistan Hadapi Tantangan Keamanan Pangan usai Penolakan Beras oleh UE
Baca lagi: Sosok Irjen Wibowo yang Ditunjuk Kapolri Jadi Kakorlantas Baru




17 Responses
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=660 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://www.comicsbeat.com/kibbles-n-bits-3514-mystery-bullet-found-in-former-comics-shop/ ini juga sangat direkomendasikan.
Sebuah eksplorasi ide yang sangat berani dan segar. Saya suka cara penulis mendobrak pemikiran lama http://www.kufirst.center.ku.ac.th/5423-2/ seru banget pokonya dari artikel ini
Konten yang sarat akan makna dan ilmu praktis. Terima kasih atas dedikasinya https://forexea.forumotion.com/t101p75-japanese-sail-patterns-strategy-and-more-with-ayrex-binary-options-broker
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke http://cgi.www5e.biglobe.ne.jp/~manbow/lineage2/diary/anii/diary.cgi juga.
Sebuah rangkuman komprehensif yang berhasil mengintegrasikan berbagai sudut pandang disiplin ilmu http://www.kufirst.center.ku.ac.th/rainskuforthailandfoodvalley2022-pic/ dan dikemas dengan sangat baik
Artikel ini memperkaya literatur kita dengan menyajikan sintesis yang segar dari perdebatan-perdebatan lama http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/13/
Gaya bertutur yang dinamis membuat materi yang disampaikan tidak terasa menjemukan sama sekali https://www.kufirst.center.ku.ac.th/description-of-the-premiumku/
Desain argumen yang asimetris namun logis membuat artikel ini memiliki daya kejut intelektual yang menyenangkan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%A1-%E0%B9%80%E0%B8%81%E0%B8%A9%E0%B8%95%E0%B8%A3%E0%B8%AF-%E0%B8%99%E0%B8%B4%E0%B8%A7%E0%B8%9E%E0%B8%B2%E0%B8%AA%E0%B9%80%E0%B8%88%E0%B8%AD%E0%B8%A3%E0%B9%8C%E0%B9%84%E0%B8%A3%E0%B8%AA%E0%B9%8C/ sangat memuaskan intinya
Penulis sangat piawai mengolaborasikan berbagai temuan lapangan menjadi sebuah ulasan yang koheren https://blog.p2pfoundation.net/soon-oregon-polluters-may-have-to-pay-residents-for-changing-the-climate/
Penulis berhasil menjahit kepingan-kepingan fakta yang berserakan menjadi satu narasi edukatif yang utuh https://usa.streetsblog.org/2015/02/27/the-enormous-promise-of-a-carbon-tax-and-dividend jadi makin tertarik untuk di baca kembali
Penulis berhasil memberikan ulasan yang jernih di tengah simpang siurnya opini publik mengenai topik ini http://blogs.evergreen.edu/mesweekly/2015/10/27/job-pdx-green-drinks-meet-oregon-climate-portland-or/
Tulisan ini bertindak bagai akselerator yang memicu pembaca untuk langsung mengevaluasi sistem kerjanya https://es.wikipedia.org/wiki/Mujeres_en_el_juda%C3%ADsmo
Penulis sukses mengidentifikasi titik buta operasional dan langsung memberikan resep perbaikannya https://simple.wikipedia.org/wiki/Arthur_Miller
Artikel ini adalah investasi waktu yang sangat menguntungkan karena menawarkan hasil akhir yang terukur http://www.pbs.org/weblab/lovestories/partners.shtml
Tulisan ini berhasil memantik imajinasi dan daya kritis saya untuk melihat peluang di balik masalah https://ml.wikipedia.org/wiki/%E0%B4%86%E0%B5%BC%E0%B4%A4%E0%B5%BC_%E0%B4%AE%E0%B4%BF%E0%B4%B2%E0%B5%8D%E0%B4%B2%E0%B5%BC saya sangat membutuhkan artikel seperti ini
slot depo 5k terbaik di genting138. salah satu slot gacor depo 5k dan slot depo 5000