
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Memasuki hari ketiga, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum berhasil dipadamkan.
Api masih terlihat menyala di sejumlah titik, sementara kepulan asap pekat terus membumbung ke udara hingga Kamis (2/7) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan
Tell a Friend Generator Indonesia
di lokasi, asap bergerak ke arah utara mengikuti embusan angin. Sejumlah titik api masih terlihat di tengah timbunan sampah yang menghitam akibat terbakar sejak Selasa (30/6).
Aktivitas di kawasan TPA juga nyaris berhenti. Tidak terlihat kendaraan pengangkut sampah keluar masuk lokasi, sementara sejumlah alat berat jenis ekskavator terparkir di area yang tidak terdampak kebakaran.
Proses pemadaman pada Kamis pagi dihentikan sementara. Sejumlah petugas pemadam kebakaran tampak beristirahat di Kantor UPT TPA Jatiwaringin sebelum kembali melanjutkan upaya pemadaman.
Di lokasi juga terlihat satu unit mobil stasiun pemantau kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang diterjunkan untuk memantau dampak pencemaran udara akibat kebakaran.
Hingga kini, arah sebaran asap masih bergantung pada kondisi angin. Sedikitnya tiga kecamatan terdampak polusi udara, yakni Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.
Salah seorang warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Mauk, Sarnata, mengatakan sebagian warga masih mengungsi di kantor desa sejak Rabu (1/7) malam karena asap semakin pekat pada sore hingga malam hari.
“Asapnya perih, dada juga sesak. Kalau asapnya sudah ke sini, perihnya bukan main,” ujar Sarnata.
Menurutnya, Desa Tanjakan Mekar yang berada di sisi barat TPA menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak ketika arah angin berubah.
“Biasanya sekitar jam lima sore sampai malam anginnya mengarah ke sini. Kalau malam, warga sudah pasti mengungsi,” katanya.
Sarnata mengaku dirinya dan sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk dan sesak di bagian dada. Bahkan, cucunya yang masih balita terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.
“Cucu saya yang masih kecil sampai dibawa ke rumah sakit karena sesak napas,” tuturnya.
(dod/wis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Angelina Jolie Ngaku Tak Pernah Berkencan sejak Pisah dari Brad Pitt
Baca lagi: Trump Kantongi Rp192 M dari Film Dokumenter Melania
Baca lagi: Mulai Hari Ini Registrasi Nomor HP Baru Wajib Verifikasi Wajah




8 Responses
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://flightsim.to/profile/bong88living juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Benar-benar ulasan yang jernih, tajam, terpercaya, dan sangat mengesankan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/7658-2/ seruu
Selesai membaca artikel ini, ada kepuasan intelektual tersendiri yang sulit dijelaskan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B9%87hny2021/ inovasi banget jadi nya
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://vulners.com/cve/CVE-2009-1824 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Saya suka bagaimana artikel ini tetap fokus pada inti pembahasan. Sebagai tambahan informasi, ada https://supplyautonomy.com/king88comguru.vn/nb.
Artikel ini berhasil menjelaskan poin-poin penting dengan baik. Saya juga menyimpan tautan https://app.talkshoe.com/user/king88comguru untuk referensi.
Jika ini adalah sebuah buku, ia pasti akan langsung menjadi best-seller internasional http://www.kufirst.center.ku.ac.th/thailandlabinternational2019/ karna isi nya tentang kehidupan yang menjadi baik
Keberadaan artikel seperti ini membuat internet menjadi tempat yang jauh lebih berharga untuk dijelajahi https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9196-2/