
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Gunung Anak Krakatau (GAK)
yang berada di Selat Sunda–antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa–kini statusnya naik jadi level III (Siaga).
Data dari laman Magma Kementerian ESDM–situs pemantau aktivitas gunung berapi di Indonesia–aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat sejak pertengahan Juni lalu.
Laporan terkini pada Senin (6/7) pukul 06.00-12.00 WIB, terjadi 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 19 detik; dan, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-2 mm, dominan 1 mm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk menjamin keselamatan pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni Lampung Selatan mengeluarkan peringatan. Kapal-kapal dilarang berlayar mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, mengatakan larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Seluruh nakhoda juga diminta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran,” kata Suratno, Minggu (5/7) dikutip dari
detikSumbagsel
.
Meski demikian, Suratno memastikan aktivitas penyeberangan lintas Bakauheni-Merak masih berjalan normal dan belum terdampak peningkatan status gunung tersebut.
“Untuk saat ini jalur Bakauheni masih aman. Aktivitas pelayaran penyeberangan masih berjalan normal,” kata dia.
Suratno menjelaskan KSOP terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dia menegaskan informasi resmi dari Kementerian ESDM menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi di sektor pelayaran.
“Kami juga mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM sebagai dasar dalam memantau kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.
Selain kapal penyeberangan, peringatan juga ditujukan kepada kapal nelayan dan kapal wisata yang beroperasi di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau itu.
Mereka, kata Suratno, diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku.
Selain itu KSOP meminta seluruh nakhoda rutin memantau informasi dari PVMBG, BMKG, serta instansi terkait.
“Apabila menemukan potensi bahaya yang mengancam keselamatan pelayaran, kapal diminta segera menjauhi lokasi dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat,” katanya.
Pemerintah sebelumnya menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga).
Masyarakat dan seluruh pengguna jasa pelayaran diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif hingga ada rekomendasi terbaru dari otoritas berwenang.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Sinopsis Monster Hunter, Bioskop Trans TV 5 Juli 2026
Baca lagi: Hyundai Respons Pemerintah Tunda Lagi Insentif Mobil Listrik
Baca lagi: Ronaldo Buka-bukaan soal Pensiun usai Piala Dunia 2026




18 Responses
Penulis sangat cermat dalam memilah referensi, sehingga menghasilkan kualitas bacaan yang sangat berwibawa http://www.kufirst.center.ku.ac.th/04jul2567/
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di https://www.gta5-mods.com/users/epicureannycom cekidot aja guys.
Penulis memberikan opsi alternatif yang sangat hemat biaya namun memiliki efektivitas yang setara https://www.kufirst.center.ku.ac.th/8673-2/
Gaya bertutur yang dinamis membuat materi yang disampaikan tidak terasa menjemukan sama sekali https://www.kufirst.center.ku.ac.th/description-of-the-premiumku/
Artikel ini laksana angin segar di tengah kepungan informasi sejenis yang kehilangan karakteristik uniknya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/99/ jadi ga akan bosan
Penulis sangat piawai mengolaborasikan berbagai temuan lapangan menjadi sebuah ulasan yang koheren https://blog.p2pfoundation.net/soon-oregon-polluters-may-have-to-pay-residents-for-changing-the-climate/
Tulisan ini bertindak bagai akselerator yang memicu pembaca untuk langsung mengevaluasi sistem kerjanya https://es.wikipedia.org/wiki/Mujeres_en_el_juda%C3%ADsmo
Artikel ini memberikan kepuasan literasi yang mendalam bagi mereka yang mengutamakan akurasi fakta https://fpif.org/libya-cautionary-tale/
Penulis berhasil menjahit kepingan-kepingan fakta yang berserakan menjadi satu narasi edukatif yang utuh https://www.wikidata.org/wiki/Q6712478
Penulis menunjukkan kapasitas intelektualnya lewat pemilihan sumber referensi yang sangat prestisius https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2009&rel=1
Artikel ini sukses merobohkan bias-bias lama melalui argumentasi yang berpijak pada objektivitas murni https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=5604&type=site&rel=1
Artikel ini memberikan kerangka kerja (framework) yang sangat rasional untuk segera diimplementasikan https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2009&page=1&rel=1
Penulis berhasil merangkum taktik bertahan yang sangat relevan dengan tuntutan profesional masa kini https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=7546&type=site&rel=1
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/smlnice/ ya guys.
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://e-clinic.net.tc/melek-zubeyde-daughter-of-ibrahim-tatlises-surprised-her-mother-is-as-famous-as-her-father.html juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://www.winningagent.com/forums/users/sbourgx/ juga mengulas hal serupa.
Sebuah karya ilmiah pop yang memiliki kredibilitas tinggi serta akurasi rujukan yang sangat patut diapresiasi https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/sub.asp?item=5605&page=10&rel=1
Sebuah ulasan yang memiliki nilai utilitas tinggi sebagai instrumen navigasi krisis di tingkat manajerial https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=5609&type=site&rel=1