
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Kementerian Pertahanan (
Kemhan
) menegaskan penyebaran budaya
LGBTQ
yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 bukan merupakan substansi utama dalam perpres tersebut
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan perpres tersebut merupakan Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029 yang menjadi pedoman penyelenggaraan sistem pertahanan negara secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen itu memetakan berbagai bentuk ancaman yang terdiri atas ancaman militer, ancaman nonmiliter, dan ancaman hibrida sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
“Penyebaran budaya LGBTQ yang tercantum dalam lampiran Perpres merupakan salah satu contoh dalam pemetaan ancaman nonmiliter pada dimensi sosial dan budaya. Poin tersebut bukan substansi utama Perpres,” kata Rico saat dihubungi, Selasa (7/7).
Ia mengatakan penyebaran budaya LGBTQ dalam perpres itu merupakan bagian dari identifikasi berbagai potensi ancaman nonmiliter yang juga mencakup antara lain radikalisme, terorisme, perang informasi, judi daring, pinjaman daring ilegal, perdagangan ilegal, penyalahgunaan narkotika, serangan siber, bencana alam, hingga wabah penyakit.
Rico mengatakan ancaman nonmiliter dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara merupakan hasil pemetaan lintas kementerian dan lembaga sesuai bidang tugasnya masing-masing.
Ia menjelaskan dalam penyelenggaraan pertahanan nonmiliter, kementerian/lembaga yang membidangi suatu jenis ancaman bertindak sebagai unsur utama dalam merumuskan kebijakan, langkah pencegahan, mitigasi, dan penanganannya.
“Sedangkan Kementerian Pertahanan menyusun kerangka kebijakan umum pertahanan negara agar seluruh upaya tersebut berjalan secara terpadu dalam Sistem Pertahanan Negara,” katanya.
Oleh karena itu, Rico mengatakan perpres itu harus dipahami sebagai dokumen kebijakan strategis yang mengatur pembagian peran antar kementerian/lembaga dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks.
“Fokusnya adalah memperkuat ketahanan nasional melalui sinergi lintas sektor sesuai kewenangan masing-masing, bukan menitikberatkan pada satu isu tertentu ataupun mengubah kewenangan kementerian/lembaga yang menjadi leading sector dalam penanganan ancaman nonmiliter,” ujarnya.
(yoa/wis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Koperasi Merah Putih Pasar Minggu Tampung Minyak Jelantah Warga
Baca lagi: Di Tengah Badai PHK, XLSmart Buka 1.000 Peluang Kerja
Baca lagi: Bagaimana Peluang RI ‘Terpanggang’ Gelombang Panas? Ini Kata Pakar




14 Responses
Penulis berhasil merangkum taktik bertahan yang sangat relevan dengan tuntutan profesional masa kini https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=7546&type=site&rel=1
Artikel ini memberikan kepuasan literasi yang mendalam bagi mereka yang mengutamakan akurasi fakta https://forums.redflagdeals.com/free-poetry-fridge-magnet-f-jewish-outreach-institute-397448/
Telaah kritis dalam tulisan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap dekonstruksi paradigma lama yang bias https://www.tabletmag.com/sections/news/articles/giffords-still-critical-gives-thumbs-up
Penyajian data yang transparan dan akuntabel di sini menetapkan standar baru bagi jurnalisme analitis yang bermutu https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=8163&page=4&rel=1
Gak nyangka bakal bahas sedetail ini, salut buat penulisnya! Oh iya, kemarin-kemarin saya juga nemu info yang pas banget ngebahas ginian di https://integraltechs.fogbugz.com/default.asp?BEES2007.1.50927.62.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://en.wikipedia.org/wiki/Ganghwa_massacre juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Penulis merajut premis demi premis dengan kalkulasi yang sangat cermat, menghasilkan konklusi yang mutlak https://wiki.cyberandi.synology.me/content/wikipedia_de_all_maxi_2024-05/A/M._Cherif_Bassiouni
Sebuah karya tulis yang sangat matang, responsif terhadap dinamika global, dan sarat akan nilai edukasi premium. https://www.literacyworldwide.org/blog/the-engaging-classroom/putting-books-to-work/page/9
Sebuah studi literatur yang sangat saksama; argumen yang diajukan tidak bersifat spekulatif melainkan berdasar pada hukum kausalitas yang jelas http://medbox.iiab.me/kiwix/wikipedia_ta_all_maxi_2019-12/A/%E0%AE%85%E0%AE%A9%E0%AF%81%E0%AE%95%E0%AF%8D%E0%AE%95%E0%AE%BE
Tulisan ini berhasil membedah fenomena makro dengan ketelitian mikro, sebuah pendekatan riset yang patut dicontoh https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2008&page=2&rel=1 seperti kedua artikel ini sangat memuaskan
Tulisan ini memuat identifikasi risiko yang sangat komprehensif, krusial untuk meminimalisir kegagalan sistemik https://www.violations.kashrut.com/articles/fasting/
Artikel ini memberikan sumbangan pemikiran yang sangat berbobot bagi penguatan metodologi riset di bidang terkait https://www.nbcsandiego.com/news/sports/puckd-puck-headlines-its-malkin-vs-ovechkin/1878804/
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296107 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=304205.