Menkes: Indonesia Kekurangan Dokter, Beban Kerja Jadi Tinggi

Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

mengatakan Indonesia masih kekurangan

dokter

, terutama di daerah-daerah terpencil.

Budi mengatakan kekurangan dokter menjadi masalah utama yang menyebabkan tingginya beban kerja tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), hingga peserta internship di fasilitas pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Masalah pertama yang kita lihat adalah beban dari dokter itu banyak sekali. Jadi kita sering sekali denger, internship itu dipekerjakan pengganti dokter yang ada, PPDS kerjanya sampai pagi-pagi, subuh-subuh. Beban dari dokter-dokter kerjanya sampai malam-malam,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (25/6).

Budi menyebut masih banyak puskesmas tidak memiliki dokter spesialis. Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Mamberamo Raya yang disampaikan langsung oleh kepala daerah setempat kepada Kementerian Kesehatan.

“Kemarin kita kedatangan Bupati Mamberamo Raya, tidak ada satu pun dokter spesialis di sana. Dokter giginya 0 puskesmasnya. Mungkin ada dari 17, 12 nggak punya dokter. Jadi masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali,” katanya.

Budi mengatakan kekurangan dokter salah satunya bisa dilihat menggunakan indikator Surat Izin Praktik (SIP). Menurut Budi, masih banyak dokter yang memiliki SIP di lebih dari satu tempat praktik.

“Cara yang paling gampang

ngecek

kekurangan dokter ya, karena SIP-nya masih 3. Kalau SIP 3 itu kan artinya yang ada hanya sepertiga dari yg dibutuhkan. Kalau jumlah dokter cukup, udah pasti SIP-nya 1, karena memang dia bekerja di 1 tempat,” katanya.

(fra/yoa/fra)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Tell a Friend Generator]

Baca lagi: FOTO: Smithsonian National Air and Space Museum Pamerkan Galeri Baru

Baca lagi: Novita Hardini: Jangan Jadikan Penambahan Layar Bioskop Solusi Instan

Baca lagi: Dubes Inggris hingga Italia Takjub usai Cicipi Ulat Bambu Khas NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: