Pesisir Labuan Bajo NTT Darurat Sampah, Kerusakan Pantai Makin Parah

Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia

Organisasi Pemuda Manggarai Bersatu (PMBB) di Labuan Bajo, mengkritik keras

kerusakan lingkungan

yang melanda kawasan Pantai Waecicu, Kelurahan

Labuan Bajo

, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) imbas aktivitas ilegal.

Ketua PMBB, Obe Hormat, menggambarkan kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Kawasan pesisir yang menjadi ikon pariwisata ini kini dipenuhi tumpukan limbah kayu, sampah plastik, puing-puing bangunan kapal, hingga kerusakan fisik pada garis pantai yang mencemari perairan dan lingkungan sekitar.

“Pantai Waecicu adalah wajah utama Labuan Bajo, destinasi super prioritas yang dikenal dunia. Jika dibiarkan, kerusakan ini tidak hanya merusak ekosistem laut dan darat, tapi juga menurunkan kualitas air, kenyamanan wisatawan, serta mencoreng nama baik Labuan Bajo di mata internasional,” tegas Obe kepada

Tell a Friend Generatorindonesia.com

, Rabu,(29/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memperingatkan, aktivitas ilegal yang mengutamakan kepentingan sesaat seperti

docking

kapal di pantai yang selama ini dilarang berpotensi mengorbankan masa depan pariwisata yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.

Obe secara tegas menuntut pemerintah daerah hingga pemerintah pusat hingga aparat penegak hukum segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh di balik aktivitas ilegal tersebut.

“Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada kompromi. Selain penindakan, pemerintah juga harus memulihkan kawasan yang rusak dan memperketat pengawasan ke depannya,” ujarnya.

Menurut Obe, pembangunan ekonomi tidak boleh berjalan sendirian, melainkan harus beriringan dengan perlindungan lingkungan.

“Jangan sampai kemajuan mengorbankan keindahan alam yang menjadi kebanggaan Indonesia,” tambahnya.

PMBB juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha berperan aktif menjaga pesisir. Menjaga kebersihan dan kelestarian, kata dia, adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah. Organisasi ini menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi nyata.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, Vinsensius Gande, berjanji segera bertindak. Pembersihan menyeluruh kawasan Pantai Waecicu dijadwalkan berlangsung menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026.

“Nanti kita jadwalkan pembersihan jelang 17 Agustus,” ujar Vinsensius kepada

Tell a Friend Generatorindonesia.com

.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyatakan akan membawa persoalan sampah dan puing kapal di pesisir pantai ini ke dalam rapat koordinasi tingkat daerah guna merumuskan langkah penanganan jangka panjang.

(lou/dal)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Tell a Friend Generator]

Baca lagi: Bagaimana Cara Malaysia Deteksi & Usir WN Israel Berpaspor Ganda?

Baca lagi: UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Buntut Rencana Infantino Jual Saham

Baca lagi: Presiden Prabowo Apresiasi Rekrutmen IPDN, Bukti Meritokrasi Berjalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: