
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan terkejut dan prihatin atas temuan data terkait keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar dalam aktivitas judi online (judol) dengan transaksi hingga Rp800 juta selama satu tahun.
Data yang dibongkar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu, kata Erwan, memicu keprihatinan mendalam pihaknya. Apalagi, sambungnya, nilai total transaksi haram yang melibatkan abdi negara di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tersebut kini telah menyentuh angka puluhan miliar rupiah setiap tahun dan terus merangkak naik.
“Saya menerima data lengkap berdasarkan nama dan alamat. Bahkan ada ASN yang nilai transaksinya mencapai ratusan juta rupiah hingga sekitar Rp800 juta dalam setahun. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Erwan dalam keterangannya di Bandung, Selasa (7/7) dikutip dari
Antara
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwan memaparkan, dengan populasi terbesar di Indonesia yang mencapai sekitar 51 juta jiwa, Jawa Barat kini didera persoalan sosial yang krusial.
Praktik judi online dan pinjaman online (pinjol), kata dia, tidak lagi sekadar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Erwan mengatakan kini mafia judi online targetnya sudah merambah masif ke kalangan pejabat, anggota TNI, Polri, hingga ASN.
Kendati mengantongi data nama dan alamat secara terperinci (
by name by address
), Erwan menegaskan pihak Pemprov Jabar memilih untuk merahasiakan identitas para ASN tersebut.
Langkah penegakan disiplin akan dikomandani oleh Inspektorat melalui mekanisme pembinaan internal secara bertahap demi memberikan efek jera.
“Kami akan meminta dilakukan pembinaan secara bertahap, memanggil ASN yang bersangkutan, kepala perangkat daerah, hingga kepala daerah untuk memperkuat pengawasan. Jangan sampai kasus seperti ini terus bertambah setiap tahun,” kata Erwan.
Lebih lanjut, Pemprov Jabar juga meminta intervensi dan masukan dari Ombudsman RI untuk membenahi sengkarut tersebut, termasuk pelayanan publik lainnya.
Merespons fenomena tersebut, Anggota Ombudsman RI Maneger Nasution menilai keterlibatan aparatur negara dalam lingkaran setan judi dan pinjaman online telah mencoreng aspek etika publik.
Selain itu, dia bilangdan berpotensi memicu terjadinya maladministrasi dalam pelayanan masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga etika. Aparatur negara seharusnya menjadi teladan, sehingga persoalan ini juga menjadi perhatian Ombudsman,” ucap Maneger.
Dia menegaskan kesiapan Ombudsman perwakilan Jabar untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola pemerintah
(antara/kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Ruben Soal Hinaan ‘Cong’ dari Sarwendah: Sering, Bahkan di Depan Anak
Baca lagi: Ciuman di Kening atau Pipi, Mana yang Paling Menunjukkan Kasih Sayang?
Baca lagi: Said Tegaskan Posisi PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah




7 Responses
Artikel ini memiliki karakteristik sebagai tulisan referensi utama yang akan tetap memegang legitimasi ilmiahnya dalam waktu lama https://magic.ly/rererent/Perdagangan-Barang-Impor-Terkontrol-di-Indonesia
Artikel ini memberikan keuntungan kompetitif yang substansial bagi siapa saja yang bersedia mendalami metodologinya https://en.wikipedia.org/wiki/The_Legacy_(1978_film)
Sebuah ulasan yang sangat berwibawa, menghindarkan pembaca dari trial-and-error yang menghabiskan waktu dan energi http://www.geocities.ws/newbp/W.html
Penulis menyajikan instrumen taktis yang sangat dibutuhkan oleh para profesional untuk melakukan restrukturisasi sistem https://www.dreadcentral.com/reviews/4757/animal-movies-guide-book/
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://kldp.org/comment/351874 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Sebuah pencapaian literasi yang mengagumkan; tulisan ini bertindak sebagai panduan akademis yang membentuk ulang paradigma kita https://crookedtimber.org/page/762/?p=ikxmkzed
Tulisan ini memuat identifikasi risiko yang sangat komprehensif, penting untuk mencegah terjadinya kegagalan sistemik di lapangan https://ethanzuckerman.com/2004/06/13/rape-as-a-weapon-of-war-in-darfur/