
Jakarta, Tell a Friend Generator Indonesia
—
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tanah Papua melibatkan lebih banyak Orang Asli Papua (OAP) sebagai petugas pendataan lapangan.
Pada Rapat Bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) yang berlangsung secara virtual dari Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ribka menyatakan, pendekatan yang memperhatikan aspek sosial dan budaya akan mempermudah proses pengumpulan data, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang kompleks.
“Pada saat rekrutmen SDM untuk pengambil data sampai ke distrik, memang itu harus ada kebijakan khusus, perlu diangkat anak-anak asli Papua agar tidak ada penolakan,” ujar Ribka di Jakarta, Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan, keberhasilan sensus membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah (Pemda) dan seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, ia meminta agar pelaksanaan sensus dilakukan melalui kolaborasi erat dengan gubernur, bupati, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Tanah Papua.
Selain itu, Riba mendorong penerapan strategi jemput bola seperti yang selama ini dijalankan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sehingga pendataan dapat menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, akurasi data menjadi sangat penting karena akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, termasuk penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta berbagai program pemerintah lainnya yang menyasar masyarakat Papua.
Ribka lalu mengingatkan, pembaruan data penting untuk menggambarkan kondisi riil kesejahteraan masyarakat Papua, agar upaya intervensi pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dapat terukur secara objektif.
“Kalau kita masih seperti ini, kemudian dari tahun sekian sampai sekian data Papua masih miskin terus padahal intervensi program ini sudah dilakukan oleh pemerintah, yang akan tergambar di publik itu seolah-olah pemerintah Indonesia tidak ada intervensi,” katanya.
Pada saat bersamaan, Ribka mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendukung penyediaan data nasional. Kemendagri disebut terus berkomitmen memberikan dukungan teknis, pendampingan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Melalui upaya itu, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan data yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya bersama dengan teman-teman dari tim teknis Ibu [dari] Ditjen Dukcapil dan juga dari Bangda (Ditjen Bina Pembangunan Daerah) akan selalu dan siap untuk mendukung kapan saja sampai dengan kita bisa menghasilkan produk penyediaan data sesuai sensus yang dibutuhkan untuk 2026,” pungkasnya.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Tell a Friend Generator]
Baca lagi: Wajib Biometrik, Registrasi Nomor HP Baru Tak Bisa Lagi Pakai NIK-NoKK
Baca lagi: FOTO: RoboCup 2026, Kompetisi Robotika dan AI Terbesar Dunia
Baca lagi: Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru




15 Responses
Artikel ini memberikan kerangka kerja (framework) yang sangat rasional untuk segera diimplementasikan https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2009&page=1&rel=1
Sebuah panduan yang sangat memotong kompas; memangkas kebingungan teknis menjadi langkah riil yang adaptif https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8312&page=1&type=site&rel=1
Artikel ini memberikan navigasi krisis yang sangat tajam, meminimalkan potensi kesalahan bagi pemula https://trustburn.com/photos/jaalibean-com
Artikel ini adalah bentuk perpaduan yang indah antara kedalaman jurnalisme dan kebebasan berekspresi https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8312&rel=1
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://www.evilmadscientist.com/forums/users/tsxmrsele/ deh, lumayan nambah wawasan.
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/smlnice/ ya guys.
Penyajian data yang transparan dan akuntabel di sini menetapkan standar baru bagi jurnalisme analitis yang bermutu https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=8163&page=4&rel=1
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://lab.research.sickkids.ca/kim/2016/05/30/title-image-1/ juga patut buat dicek.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://en.wikipedia.org/wiki/Ganghwa_massacre juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Penulis secara jeli memetakan titik lemah industri sekaligus memberikan instrumen evaluasi diri yang fungsional https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?item=7546&page=1&type=site&rel=1
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/257211 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Ini adalah manifestasi nyata dari sebuah karya literasi yang menjunjung tinggi integritas dan objektivitas ilmiah https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=5604&page=3&rel=1
Sebuah ulasan yang eksklusif dan sarat substansi, mencerminkan tingginya jam terbang serta kompetensi sang konseptor https://www.patheos.com/blogs/followingruth/2013/11/how-long-does-conversion-to-judaism-take/ sangat brilian sekali
Artikel ini tidak sekadar mentransfer informasi, melainkan memfasilitasi phttps://www.masslive.com/living/2011/12/latkes_slim_down_for_hanukkah.htmlroses akuisisi ilmu pengetahuan secara mendalam dan metodis
Sebuah telaah kritis yang sangat saksama, mampu membedah anomali struktural dengan pendekatan yang sangat ilmiah https://www.mlive.com/whaletales/2012/02/plymouth_whalers_tom_wilson_a.html